Suatu material dapat bertahan dari
energi tekan di karenakan energi tekan tidak melebihi energi material
itu. Deformasi elastis adalah perubahan bentuk material yang di beri gaya
tarik atau tekan sehingga dapat berubah bentuk dan bila energi tarik atau tekan
di hilang kan benda tersebut akan kembali k bentuk semula . contoh nya saja
pada waktu kita maelakukan uji tarik ,pada saat material yang kita uji di tarik
maka aka ada perubahan panjang pada material itu tetapi material itu akan
kembali pada bentuk semula apa bila gaya tarik di hilangkan.
Sedangkan pada deformasi plastic
material yang sudah di beri gaya tarik hingga mengalami perubahan panjang atau
bentuk tidak akan kembali pada bentuk semula setelah gaya tarik di hilangkan.
Seperti diperlihatkan dalam grafik tegangan-regangan terdapat yang namanya
batas luluh (yield strength) nah untuk deformasi elastis itu berada di bawah
batas luluh sedangkan untuk deformasi plastis berada/melewati batas luluh suatu
material, di mana untuk setiap material memiliki karakteristik yang
berbeda-beda, misalnya saja pada pipa jenis API 5L X 52 di mana yield strengthnya
(SMYS) adalah 52000 psi yang artinya karakter elastis pada material tersebut
adalah < 52000 psi sedangkan plastisnya > 52000 psi.
Mengenai tentang struktur mikro,
pada saat di deformasi elastis tidak ada perubahan perubahan mikro begitu juga
ketika deformasi elastis itu hilang. Secara sederhana deformasi elastis itu
dapat kita gambarkan dengan dua buah atom Fe yang diikat dengan sebuah pegas.
Ketika kita deformasi elastis maka pegas akan berusaha melawan Fe yang kita
tarik. Untuk deformasi plastis struktur mikro sudah berubah.
Sebagai inisiasinya adalah sudah putusnya ikatan antara Fe, kemudian adanya
pembentukan ukuran butir yang baru (biasanya ukuran butir menjadi lebih kecil
dan gepeng karena deformasi plastis akibat tekanan). Pembentukan butir butir
baru terbutlah yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur mikro.
Biasanya daerah elastik itu dibatasi
oleh garis proporsioanal antara tegangan san tegangan, nah ujung dari titik
proporsioanl ini disebut sebagai yield point.setelah keluar dari daerah ini,
disebut sebagai daerah plastic yg tidak akan kembali kebentuk
semula. Alasannya karena sudah terjadi perubahan, sedangkan di daerah
elastic tidak terjadi perubahan secara drastis, hal ini disebabkan ketika masih
di daerah elastic, logam dapat menahan beban yg diberikan yg disebabkan oleh
bertemunya dengan batas butir dengan dislokasi. sehingga menghambat pergerakkan
dari dislokasi.. sedangkan ketika sudah memasuki daerah plastik, dislokasi
sudah memotong batas butir.
(danidwikw.2013)
No comments:
Post a Comment