KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang
telah menolong hamba-Nya menyelesaikan karya tulis ini ini dengan penuh
kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup
menyelesaikan dengan baik.
Karya tulis ini disusun agar pembaca
dapat memperluas ilmu tentang bahaya merokok yang penulis sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber. Karya ilmiah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang
dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari-Nya
akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan.
Karya tulis ini memuat
tentang “bahaya merokok” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang.
Walaupun karya ilmiah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail
yang cukup jelas bagi pembaca.
Penulis juga mengucapkan terima
kasih kepada teman-teman penulis, yang telah memberikan beberapa masukan dalam
ayra tulis ini.
Semoga karya tulis ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun karya ilmiah ini
memiliki kelebihan dan kekurangan. Penulis mohon untuk saran dan kritiknya.
Terima kasih.
Padang, 30 April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul ..................................................................................... 1
Kata Pengantar .................................................................................... 2
Daftar isi ............................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan…………………………………………….......... 4
I. Latar Belakang
Masalah……………….................................. 4
II. Rumusan
Masalah……………………………………........... 4
III. Tujuan
………………………………………………........… 4
Bab II Pembahasan ………………………………………….........… 5
I. Isi Bahaya
merokok …………………………………........... 5
Bab III Penutup ..................................................................................
6
I. Kesimpulan............................................................................. 6
II. Saran
...................................................................................... 6
Daftar Pustaka .................................................................................... 7
.
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar
Belakang Masalah
Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita
dapat menjumpai anggota masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar dan
mahasiswa merokok di tempat-tempat umum. Padahal, berbagai penelitian dan
kajian yang telah dilakukan menujukkan bahwa rokok sangat membahayakan
kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat
berbahaya apabila dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya (perokok
pasif). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif
memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri.
Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para
perokok, baik perokok aktif maupun pasif.
Penulis menyadari bahwa informasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan
sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar.
Hal inilah yang mendorong kami untuk menyusun makalah tentang rokok ini. Kami
berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan
niatnya untuk mengkonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.
Masa remaja merupakan masa dimana
seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan
mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh
dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan
sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang
timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. Masa remaja merupakan sebuah
periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya
seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda
awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk
pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia
belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun.
Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami
pubertas namun tidak berarti ia sudah bias dikatakan sebagai remaja dan sudah
siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang
dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi.
Berbeda dengan balita yang
perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola
perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi
bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain
waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Memang banyak
perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali
perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai
pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang
dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai
dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memahami remaja, maka perlu
dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi dimensi tersebut.
II. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah adalah
sebagai berikut :
Untuk menggambarkan bahaya merokok
kepada pembaca.
III. Tujuan
1. Supaya
pembaca lebih mengerti tentang bahaya merokok.
2. Supaya
pembaca menyadari bahwa merokok merusak tubuh manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
REMAJA DAN
ROKOK
Di masa modern ini, merokok
merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap
dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat
menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang – orang
disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan
dampak negatif bagi tubuh penghisapnya. Beberapa motivasi yang melatarbelakangi
seseorang merokok adalah untuk mendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk
menghilangkan kekecewaan ( reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya
tersebut tidak melanggar norma ( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana,
2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang
biasanya dilakukan didepan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya
karena mereka sangat tertarik kepada
kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.
Penyebab Remaja Merokok antara lain:
1. Pengaruh orangtua
Salah satu temuan tentang remaja
perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak
bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan
memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding
anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer
& Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
2. Pengaruh teman.
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa
semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya
adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua
kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya
atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut
yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat
87% mempunyai sekurang- kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu
pula dengan remaja non perokok (Al Bachri,1991).
3. Faktor Kepribadian.
Orang mencoba untuk merokok karena
alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa,
membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat
prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial.
Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih
mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang
rendah (Atkinson, 1999).
4. Pengaruh Iklan.
Melihat
iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok
adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk
mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti,
Buletin RSKO, tahun IX,1991).
Merokok pada umumnya sangat
berbahaya pada diri kita maupun diri orang lain disekitar kita. Dalam rokok
banyak mengandung Nikotin yang dapat merusak organ tubuh manusia, daintaranya
yaitu Kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.
Upaya Mengatasi
Kebiasaan Merokok
Kebiasaan
merokok dapat diatasi dengan memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada para
pecandu rokok tentang dampak buruk merokok bagi kesehatan yang dirasakan
sekarang atau yang akan datang. Sebenarnya dibutuhkan sebuah kesadaran dari
masing-masing orang yang merokok bahawa merokok adalah sebuah hal yang sangat
merugikan bagi diri sendiri dan orang lain.
BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan
Pencegahan harus lebih diutamakan
dari pada pengobatan. Jangan sekali kali mencoba untuk merokok karena hampir
dari semua yang terjerumus berawal dari coba coba. Pikirkan bentuk pergaulan.
Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan
II. Saran
Menekan pada pencegahan maka perlu
dipikirkan upaya upaya yang lebih sungguh sungguh dan terpadu : di sekolah, di
rumah dan melibatkan pihak pihak lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Atkinson. 1999. Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Hurlock, E.B. 1998. Perkembangan Anak. Alih bahasa
oleh Soedjarmo &
Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.
Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.
Mappiare, A. 1992. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha
Nasional.
Azwar, S. 2002. Sikap Manusia, Teori Dan
Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar Offset
Pelajar Offset
No comments:
Post a Comment